Profesi pustakawan telah mengalami keretakan makna dalam pandangan masyarakat. Profesi ini mendapatkan berbagai tanggapan multitafsir dan beragam persepsi. Bahkan profesi pustakawan dihargai lebih rendah dibandingkan dengan profesi lain seperti dokter, pengacara, peneliti, guru dosen, dan sebagainya (Srimulyo, 2009:13). Pernyataan tersebut tentu terlontar bukan tanpa alasan, berdasarkan pengamatan profesi pustakawan memang masih belum begitu memiliki greget di masyarakat apabila dibandingkan dengan profesi lain seperti dokter atau guru. Profesi pustakawan cenderung masih diremehkan dan dianggap rendah oleh sebagian besar masyarakat awam serta kalangan akademisi.
Minggu, 20 Januari 2013
Enjoy the moment...
Saya adalah pemimpi tanpa modal...
Saya senang tiba-tiba bermimpi dan bersenang-senang. Pada saat ini saya tidak punya ambisi apapun untuk dimenangkan, saya cuma ingin menikmati itu saja. Hal yang paling membahagiakan pada saat genting seperti ini adalah tertawa. Luar biasanya masih ada dua orang yang sanggup membuat saya tertawa dan itulah yang paling saya syukuri saat ini.
Menemukan Apa yang Hilang
Seperti sebuah kecelakaan kecil, atau mungkin sebuah keberuntungan jika tiba-tiba saja siang ini ketika membuka sebuah blog saya tersasar pada opsi buat blog yang mengantarkan pada kenangan beberapa blog lama yang saya buat tapi akhirnya terlupakan begitu saja. Akan tetapi tiba-tiba saja secercah ingatan kembali, dan akhirnya ketemulah blog yang dibuat tahun 2010 ini, blog yang sangat amat lama terabaikan eksistensinya. Sebuah keajaiban tersendiri juga ketika password yang dimasukkan tiba-tiba tepat dan mampu membuka segel. Rasanya ingin tertawa sendiri mengingat kebodohan dan kelalaian diri. Ini kah seorang yang lulus dan terbiasa berkutat di jurusan informasi. Sepertinya kata-kata agung "information management" terlewat begitu saja dari sekian banyak memori.
Langganan:
Postingan (Atom)

